Sabtu, 02 April 2011

Jangan terlalu sering meminum minuman bersoda/berkarbonasi

Soda adalah minuman yang terkenal. Soda dipopulerkan salah satu produsen minumen dari Amerika yang telah beroperasi dari tahun 1800-an. Saat ini, soda sudah menjadi salah satu pilihan minuman ringan yang disukai orang.

Dan minuman ini adalah minuman yang tidak memiliki kandungan alkohol. Di seluruh belahan bumi, minuman soda memiliki beberapa nama populer yang berbeda-beda, sebagai contoh, di Amerika Serikat, dikenal dengan nama soda, soda pop, pop atau tonik, di Inggris dikenal dengan fizzy drinks, di Kanada dikenal dengan Soda atau Pop saja. Sedangkan di daerah Ireland, mereka menyebutnya Minerals.

Pada tahun 1770an, seorang ilmuwan berhasil menciptakan suatu proses untuk menghasilkan air mineral berkarbonasi. Adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama Joseph Priestley yang berhasil memproses air hasil destilasi dan mencampurnya dengan CO2. Ilmuwan Inggris yang lain adalah John Mervin Nooth, yang berhasil memperbaiki hasil penemuan Priestley dan menjualnya secara komersial alat untuk memproduksi air soda yang pertama untuk digunakan di bidang farmasi.

Karbonasi terjadi ketika gas CO2 terlarut secara sempurna dalam air. Proses ini akan menghasilkan sensasi karbonasi "Fizz" pada air berkarbonasi dan sparkling mineral water. Hal tersebut diikuti gengan raeksi keluarnya buih (foaming) pada minuman soda yang tidak lain adalah proses pelepasan kandungan CO2 terlarut di dalam air. Meski rasanya enak, Anda harus hati-hati karena ternyata terlalu banyak minum minuman jenis ini berisiko merusak kesehatan.

Janganlah terlalu sering untuk mengkonsumsi minuman ini, karena soda terdiri dari fruktosa dan gula. Kalori yang dikandung sekaleng minuman itu 2% lebih banyak dari yang seharusnya diperoleh dalam satu hari oleh manusia berusia di atas usia 2 tahun. Anda harus paham bahwa soda umumnya tidak mengandung vitamin, mineral, serat, maupun protein. Jadi biarpun mengenyangkan, soda sama sekali tidak menyehatkan.

Dan janganlah meminum soda dalam keadaan perut kosong (misalnya setelah berpuasa atau waktu bangun tidur di pagi hari). Karena sirup dengan kadar fruktosa tinggi, soda, dan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman soda dapat merusak pankreas Anda, yang menyebabkan meningkatknya kadar insulin dalam tubuh dan meningkatkan berat badan. Jika kebiasaan ini diteruskan, lama-lama Anda akan mengidap penyakit diabetes.

Penelitian membuktikan bahwa perempuan yang mengonsumsi soda lebih dari satu kaleng perhari memiliki risiko dua kali terkena diabetes tipe dua dalam jangka waktu 4 tahun ke depan, dari pada mereka yang mengonsumsi kurang dari satu kaleng perhari. Tidak hanya itu, dalam minuman bersoda terdapat Asam phosphoric yang dapat berpotensi mengikis tulang. Pengikisan tulang tersebut membuat Anda jauh lebih cepat terkena osteoporosis.

Campuran pada soda membuat perut Anda menjadi kembung dan mengakibatkan cairan lambung naik ke kerongkongan, sehingga ulu hati menjadi nyeri dan menimbulkan masalah bagi mulut�antara lain menyerang email dan membuat gigi jadi sensitif. Minuman yang satu ini juga bisa merusak otot kerongkongan, 'pintu' yang menghalangi cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Orang yang minum satu kaleng atau lebih soda rendah kalori dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebanyak 50-60%. Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes yang termasuk di dalamnya obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan trigliserida, rendahnya kolesterol baik (HDL), dan peningkatan gula darah.

Tidak hanya itu saja, mengkonsumsi minuman bersoda dapat menyebabkan kerusakan sel yang serius. Sodium benzoat yang biasa terdapat dalam minuman bersoda memiliki kemampuan mengubah bagian penting dari DNA seseorang. Gangguan serupa ini biasanya terkait dengan proses penuaan dan penyalahgunaan alkohol. Sodium benzoat, yang berasal dari benzoic acid, telah digunakan selama bertahun-tahun oleh industri minuman karbonat untuk mencegah pertumbuhan jamur dalam industri minuman ringan. Tapi, prakteknya, bahan tersebut dicampur dengan vitamin C, sehingga sodium benzoat pun berubah menjadi kandungan karsinogenik yang disebut benzene. Bahan-bahan kimia tersebut memiliki kemampuan menimbulkan kerusakan pada DNA yang ada di mitokondria.

Minuman soda yang mengandung asam fosfor ditengarai menjadi penyebab munculnya batu yang mengakibatkan penyakit ginjal. Mereka yang meminum lebih dari dua kaleng soda dalam sehari berisiko dua kali lipat terkena penyakit ginjal kronis. Asam fosfor mempunyai kemampuan menarik kalsium dari tulang. Residu ini kemudian berkumpul di ginjal dan menjadi batu yang berakibat gagal ginjal. Selain itu, semua kandungan kalsium yang terkikis tersebut berakumulasi di dalam pembuluh arteri, pembuluh vena, jaringan kulit, dan organ-organ tubuh. Inilah yang mempengaruhi fungsi ginjal (terlalu berat bagi ginjal untuk mengolah tumpukan kalsium dalam jumlah besar).

Jadi bisa kita tarik kesimpulan dari pembahasan diatas, bahwa terlalu sering meminum minuman berkarbonasi/ bersoda dapat membahayakan tubuh. Dan di bawah inilah beberapa kesimpulan yang dapat dipetik :
1.Tidak menyehatkan.

2.Dapat merusak pankreas dan menimbulkan diabetes.

3.Rawan osteoporosis.

4.Berakibat buruk pada saluran pencernaan (mulut, kerongkongan, dan ulu hati).

5.Pemicu sindrom metabolik.

6.Bisa menimbulkan kerusakan sel yang serius.

7.Merusak ginjal.
About The Author
Bie, that's my name. Im just an ordinary blogger.Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id. Eam no corpora maluisset definitiones.
Share This
Subscribe Here

0 komentar:

Posting Komentar

 

Site Info

Akyura Stratos Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa